TRENDING

Timbangan Patah di Negeri Tambang

1 menit membaca View : 135
Lebahtimur
Headline - 12 Jan 2026

Oleh: Nurhaida UmanahuDoc

Di tanah surga yang katanya merdeka,
hukum kini tinggal aksara belaka.
Tajam ke bawah, tumpul ke atas.
Di meja keadilan, nurani pun lepas.

Anak petinggi menginjak nyawa,
cukup minta maaf, lalu semua reda.
Lantas bagaimana dengan si korban yang bersimbah darah?

Sementara itu, di luar gedung
ada sebagian pejuang
yang dengan gagahnya membentangkan tulisan.

“Menolak 10 IUP Pertambangan”
Yang akan masuk di pulau mangoli
Namun, hal itu malah di anggap sesuatu yang memalukan.

Di dalam gedung-gedung tinggi berisi tawa pejabat,
kantong mereka penuh, tapi hati sekarat.
Korupsi jadi mainan, hukum jadi komuditas.
Keadilan dilelang, siapa bayar, dia bebas.

Apa arti ilmu dan toga hitam
Jika kejujuran di kubur dalam-dalam?
Apa gunanya hukum dan pasal
Jika hukum bisa dibeli asal punya modal?

Wahai pemilik palu dan pena negara
Ingatlah, rakyat menyimpan luka.
Negeri ini tak butuh panggung sandiwara,
tapi keadilan yang berdiri tanpa topeng kuasa.

Kami hidup dengan pertanian dan perkebunan
bukan dengan pertambangan.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS